Mantan Bupati Langkat KPK Sita Uang Rp22 Miliar

Mantan Bupati Langkat KPK Sita Uang Rp22 Miliar – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyita sejumlah uang punya mantan Bupati Langkat Terbit Rencana Perangin Angin (TRP) didalam kasus gratifikasi proyek pengadaan barang dan jasa di Kabupaten Langkat.

“Bahwa uang yang diambil alih jumlahnya sebesar Rp22 miliar,” kata Jubir KPK, Tessa Mahardika Sugiarto di Gedung Merah Putih KPK, Selasa (2/7/2024).

Dia menyebut penyitaan uang punya Terbit telah https://klinikkamboja.com/ dijalankan sejak 25 Juni yang dikira terkait langsung dengan penerimaan gratifikasi, dan benturan keperluan didalam pengadaan barang dan jasa .

“(Uang Rp22 miliar) tersimpan terhadap rekening atas nama tersangka, di sebuah bank umum tempat yang telah diblokir pada mulanya oleh KPK sejak 2022,” ucap Tessa.

Dalam kasus ini, KPK menyangkakan Terbit melanggar dengan Pasal 12B dan Pasal 12i Undang-Undang Tindak Pidana Korupsi.

Hingga saat ini, KPK tengah mengumpulkan dan melengkapi alat bukti di perkara baru yang menjerat Terbit.

Kasus selanjutnya awalnya berdasarkan pengembangan terhadap Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang terbit terhadap 2022 atas kasus suap paket pekerjaan di Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan area (PUPR) Kabupaten Langkat dan Dinas Pendidikan Kabupaten Langkat th. 2021.

Terbit termasuk sempat terseret terhadap kasus tewasnya penghuni kerangkeng manusia di tempat tinggal pribadinya. Di meja pengadilan, Terbit divonis 9 th. penjara atas kasus korupsinya dan denda Rp572 juta.

Sebelumnya Disita Rp8,6 Miliar

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyita uang Rp8,6 miliar didalam kasus dugaan penerimaan gratifikasi dan dan ikut dan juga didalam aktivitas proyek yang menjerat mantan Bupati Langkat Terbit Rencana Perangin Angin (TRP). Penyitaan dijalankan terhadap Kamis, 19 Januari 2023.

“Tim penyidik jalankan penyitaan uang sejumlah Rp8,6 miliar sebagai barang bukti yang dikira mempunyai keterkaitan dengan perkara ini,” ujar Kabag Pemberitaan KPK Ali Fikri didalam keterangannya, Jumat (20/1/2023).

Selain menyita uang, tim penyidik termasuk terhadap Kamis, 19 Januari 2023 sempat memeriksa Direktur Utama PT cahaya Sawit Perkasa Lina dan Staf Bank Sumut Laila Subank. Mereka berdua di check di Mako Brimob Polda Sumut.

Baca Juga : Polisi Ditresnarkoba Polda Berhasil Gerebek Bandar Sabu

“Kedua saksi datang dan didalami pengetahuannya pada lain terkait dengan dugaan ada aliran

Penerimaan uang sebagai gratifikasi oleh Tersangka TRP berasal dari beberapa pebisnis yang mengelola perkebunan kelapa sawit,” kata Ali.

KPK kembali mengambil keputusan mantan Bupati Langkat Terbit Rencana Perangin Angin sebagai tersangka. Kali ini Terbit dijerat dengan kasus dugaan penerimaan gratifikasi dan ikut dan juga didalam pengadaan barang dan jasa di lingkungan Pemkab Langkat.

“Saat ini KPK tengah jalankan penyidikan dan kembali mengambil keputusan TRP selaku Bupati Langkat periode 2019-2024 sebagai tersangka,”

Ujar Juru Bicara KPK Ali Fikri didalam keterangannya, Jumat (16/9/2022).

Suap Proyek

Ali mengatakan, Terbit kini disangka melanggar Pasal 12B dan Pasal 12i UU Tipikor. Menurut Ali, tim penyidik masih mengumpulkan barang bukti dan meminta info beberapa pihak untuk memperkuat sangkaan kepada Terbit.

“Tim penyidik masih konsisten mengumpulkan dan melengkapi bukti sehingga perihal

Konstruksi deskripsi perbuatan tersangka secara bakarat online lengkap dapat kami sampaikan terhadap peluang lain,” kata Ali.

Atas dasar itu, Ali meminta para pihak yang dipanggil tim penyidik kooperatif

Datang dan memberikan info dengan jujur di hadapan tim penyidik.

“Setiap perkembangan perkara ini pasti kami dapat sampaikan kepada masyarakat,” kata Ali.

Sebelumnya, Terbit Rencana Perangin Angin dijerat sebagai tersangka kasus dugaan

Suap proyek pengadaan barang dan jasa di Pemkab Langkat th. anggaran 2020-2022.

Tak hanya Terbit Rencana, didalam kasus ini KPK termasuk menjerat lima tersangka lainnya,

Yakni Kepala Desa Balai Kasih Iskandar yang termasuk saudara kandung Terbit Rencana,

Dan juga empat orang pihak swasta atau kontraktor bernama Muara Perangin Angin, Marcos Surya Abdi, Shuhanda Citra, dan Isfi Syahfitra.

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *